Panorama Gunung Ciremai dari Kawasan Sadarehe Rajagaluh

Sadarehe, Tak Sekedar Panorama Alam.

Begitu banyak tempat di Majalengka memiliki daya tarik tersendiri, terlebih di wilayah sekitar kaki Gunung Ciremai, Sadarehe salah satunya. Saderehe berada di Desa Payung Kecamatan Rajagaluh, tempat di bagian lereng sebelah utara Gunung Ciremai. Mencapai Sadarehe baraya terlebih dahulu mencapai Rajagaluh lalu mengarah ke selatan menuju Desa Sindangpano, dengan melewati Bendungan/Waduk Sindangpano. Setelah melewati wilayah ini maka baraya semakin dekat dengan Desa Payung. Bila telah sampai di Payung baraya bisa tanyakan arah menuju Sadarehe dengan senang hati warga akan memberitahu arah ke Sadarehe.

Apa yang menarik dari Sadarehe? Sadarehe bagi sebagian kalangan tak lebih dari sekedat tempat pengonjlogan pencinta alam, akan tetapi jauh sebelum saat ini Sadarehe sudah menjadi daya tarik dari kaum penjajah. Apa itu? Sadarehe yang berada di lereng gunung Ciremai tentunya memiliki tanah yang subur walau karakteristik disana penuh bebatuan lava beku sisa dari letusan Gunung Ciremai di masa lalu, tetapi bukan menjadi halangan kaum penjajah menerobos hutan dan menemukan ‘sesuatu’ di Sadarehe.

Lereng Utara Gunung Ciremai di Sadarehe
Lereng Utara Gunung Ciremai di Sadarehe

Sadarehe masa kolonial di kenal sebagai salah satu wilayah perkebunan, terutama perkebunan Kina. Apa itu kina? Kina adalah sebuah tanaman berasal dari Amerika Selatan yang dimanfaatkan kulit pohonnya sebagai obat malaria. Kina datang dan dikembangkan oleh Junghun di sekitar Bandung hingga wilayah Priangan menjadi penghasil kina terbesar hingga masa menjelang Perang Dunia Ke-II. Pekebunan Kina di Sadarehe belum diketahui kapan berdirinya hanya saja tercatat perusahaan/perkebunan Sadarehe  di akusisi oleh perusahaan Inggris bernama James Anthony & Co. Ltd Quinine Plantations Sadarehe  sejak tahun 1926 hingga Jepang datang menguasai Indonesia temasuk merebut perkebunan Kina ini tahun. 1942. Sisa sisa kejayaan Perkebunan  Kina Sadarehe masih bisa dinikmati. Banyak tersebar reruntuhan bekas pabrik maupun fasilitas perkebunan termasuk bekas rumah administratur perkebunan dan beruntung satu sisa rumah ini masih tersisa dan terawat dengan baik. Sebenarnya Sadarehe tak hanya Kina, sampai saat ini masih ada sisa sisa perkebunan teh walau menyisakan sedikit lahan karena merupakan perkebunan teh milik rakyat.

Sisa Rumah Administratur Perkebuna Kina era Kolonial
Sisa Rumah Administratur Perkebuna Kina era Kolonial

Sadarehe kini menjadi salah satu tempat para penikmat alam dan fotografi, sadarehe memiliki panorama yang indah dengan bentuk alam penuh batuan beku sisa letusan Gunung Ciremai dan padang ilalangnya, Serta panorama lanskap dari sisi yang berbeda dengan panorama mengarah ke kawasan Pegunungan Kromong dan Pantai Utara Pula Jawa. Selain itu Sadarehe menjadi tempat budidaya taman mawar di Majalengka. Jika Garut terkenal dengan Samarang sebagai wilayah penghasil bunga mawar, kalo Majalengka ya di Sadarehe ini, menarik bukan? So, Sadarehe ternyata tak hanya memiliki sisi lain panorama alam di  Majalengka tetapi juga memilki sejarah panjang di era Penjajahan Belanda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s