Curug Sawer. Photo By @sepasanglangkah

Curug Sawer, Kelesatarian Alamnya Tetap Terjaga Karena Kearifan Lokal

Curug Sawer mungkin kurang terkenal dibanding Curug Muara Jaya walaupun sama-sama berada di kaki Gunung Ciremai. Memang Curug Sawer belum dikelola dan memiliki fasilitas penunjang yang lengkap seperti wisata air terjun lainnya di Majalengka namun suasana alam disekitarnya masih tetap terjaga. Hal ini dikarenakan kearifan lokal masyarakat sekitar terhadap air terjun satu ini.

Curug Sawer berada di Desa Argalingga Kecamatan Argapura. Rutenya sama seperti menuju Curug Muara Jaya dari arah Kota Kecamatan Maja, namun setelah berada di Desa Argalingga Baraya bisa bertanya arah menuju Curug Sawer kepada warga di sana, biasanya dengan senang hati warga akan menujukan jalannya. Menuju ke Curug Sawer baraya akan melewati ladang-ladang sayuran milik warga sekitar kemudian Baraya harus menyimpan kendaraan terutama roda 2 di sekitar landing tersebut. Biasanya warga akan bertanya kepada Baraya ‘mau kemana’ jika menjawab ‘akan ke Curug Sawer’ warga akan menjawab ‘hati-hati’ dan jika Baraya kesana dalam jumlah yang kecil warga akan menasehati lebih baik datang secara berkelompok. Kenapa yang warga bertanya begitu?. Baraya, ternyata Sawer bagi masyarakat sekitar masih dianggap ‘keramat’ karena menyimpan tersendiri. Konon Curug Sawer merupakan tempat pertapaan Prabu Siliwangi dan tetap menjadi tempat pertapa bagi orang-orang yang ini mencari sesuatu. Karena kearifan lokal itulah Curug Sawer cenderung sepi dan terkesan ‘mistis’ ditambah suasanya yang rimbun oleh pepohonan.

Curug Sawer. Photo By @sepasanglangkah
Curug Sawer. Photo By @sepasanglangkah

Jalan menuju Curug Sawer dari ladang milik warga cukup curam dan meniti tebing dan rimbunnya pepohonan jadi harus sangat ekstra hati-hati jika menuju kesana. Disarankan baraya mengunjungi Curug Sawer tidak saat musim penghujan dikarenakan jalan yang licin dan berpotensi longsor. Curug Sawer sendiri mempunyai ketinggian sekitar +- 30 meter dengan air yang cukup deras. Mengapa dinamakan curug sawer, karena air sungai yang jatuh cenderung menyebar seperti di sawer atau ditabur. Curug Sawer masuk kedalam wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

sumber foto: twitter.com/sepasanglangkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s